Archive for June 2008

TAQWA???

June 22, 2008

(Artikel yang ditulis oleh Tuan Guruku; As Syeikh Muhd Zainul Asri Hj Romli HafizohulLah)

MUQADDIMAH

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13

Maksudnya ;
Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamudari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam Pegetahuan-Nya (terhadap keadaan dan amalan kamu).

Asal kejadian manusia adalah daripada Adam alaihisalam. Daripada Adam, Allah ciptakan pula Hawa alaihassalam. Bermuala daripada sini, berkembang biaklah manusia, sehingga terpecahlah manusia kepada berbagai-bagai bangsa dan berbagai-bagai qabilah.

Di dalam ayat ini Allah SWT menegah manusia daripada bermegah-megah dengan keturunan, harta benda dan sebagainya. Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bekabilah-kabilah, hanya bertujuan untuk manusia saling berkenalan antara mereka, selain untuk mengetahui siapa yang dekat dan jauh di dalam nasab keturunan, bukan untuk berbangga-bangga dengan keturunan. Tidak ada kemulian sesuatu bangsa dengan bangsa yang lain, seseorang dengan seseorang yang lain kecuali dengan taqwa.

DEFINASI TAQWA

Para ulama Rahimahullaah telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani mendefinisikan: “Taqwa Iaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan”.Sedangkan Imam An-Nawawi mendefinisikan taqwa dengan “Mentaati perintah dan larangan-Nya.” Maksudnya, menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah Subhannahu wa Ta’ala Hal itu sebagaimana didefinisikan oleh Imam Al-Jurjani “Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya.”Karena itu, siapa yang tidak menjaga dirinya, dari perbuatan dosa, berarti dia bukanlah orang bertaqwa. Maka orang yang melihat dengan kedua matanya apa yang diharamkan Allah, atau mendengarkan dengan kedua telinganya apa yang dimurkai Allah, atau mengambil dengan kedua tangannya apa yang tidak diridhai Allah, atau berjalan ke tempat yang dikutuk Allah, berarti tidak menjaga dirinya dari dosa.
Jadi, orang yang membangkang perintah Allah serta melakukan apa yang dilarang-Nya,
dia bukanlah termasuk orang-orang yang bertaqwa. Orang yang menceburkan diri ke dalam maksiat sehingga ia mendapat murka dan siksa dari Allah, maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yang bertaqwa.

UKURAN INSAN TERMULIA

Penilaian yang paling tepat untuk menentukan siapa yang terbaik adalah berpandukan neraca dan suluhan syarak.Taqwa adalah ukuran kemuliaan seseorang insane. Sabda Rasulullah SAW :

قام رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم وهو على المنبر، فقال: يا رسول الله، أي الناس خير؟ فقال صلى الله عليه وسلم: “خير الناس أقرؤهم، وأتقاهم لله عز وجل، وآمرهم بالمعروف، وأنهاهم عن المنكر، وأوصلهم للرحم” (2) .
Maksudnya;
Telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah SAW, ketika Nabi sedang berada di atas mimbar, seraya terus berkata: Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik ? Jawab Rasulullah: Manusia yang paling baik ialah siapa yang paling mengetahui terhadap Kitabullah, paling bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla, yang paling banyak menjalankan kerja amar maaruf dan nahi mungkar, dan paling banyak menghubungkan tali silaturrahim.

Begitulah taqwa telah mengambil tempat yang tinggi untuk menjadi ukuran kemuliaan seseorang manusia, bahkan ia tetap kayu neraca Allah terhadap manusia pada hari akhirat nanti. Sabda Rasululllah SAW :

“إنَّ اللّهُ لا يسألُكُمْ عَنْ أحْسابِكُمْ وَلا عَنْ أنْسابِكُمْ يَوْمَ القِيامَةِ، إن أكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّهِ أتْقاكُمْ”.
Maksudnya;
Sesungguhnya Allah tidak bertanya mengenai kedudukan dan keturunan kamu pada hari kiamat nanti. Sesungguhnya yang paling mulia di kalangan kamu di sisi Allah ialah siapa yang paling bertaqwa.

Sabda Rasulullah SAW :

إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم، ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم”

Maksudnya;
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa paras dan harta benda kamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kamu.

TUNTUTAN TAQWA

Taqwa menuntut kita mati sebagai seorang Islam. Bahkan lebih daripada itu, kita wajar mendambakan untuk mati di dalam perjuangan Islam. Firman Allah SWT di dalam surah Ali-Imran : 102

يا ايها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقا ته ولا تموتن إلا و أنتم مسلمونMaksudnya : “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati, kecuali mati dalam keadaan (beragama) Islam”.

Dari ayat ini dapat disimpulkan bahawa seorang muslim mesti berkomitmen dengan tiga komitmen :Komitmen Pertama
Komitmen pertama dari seorang muslim adalah beriman. Ciri-ciri orang yang beriman ialah seperti firman Allah di dalam surah Al Anfal : 2 – 3Maksudnya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah; yang apabila di sebut asma Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah iman mereka, dan kepada Allahlah mereka bertawakal. Iaitu orang-orang yang mendirikan solat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami (Allah SWT) berikan kepada mereka”.

Komitmen Kedua;

 

Komitmen kedua seorang muslim adalah “Ittaqullah” iaitu bertaqwa kepada Allah SWT. Seorang muslim yang telah berkomitmen kuat beriman kepada Allah SWT akan berkerja untuk meningkatkan kualiti darjat keimanannya kepada darjat taqwa, iaitu menjalankan seluruh perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan Allah SWT.
a- Komitmen Ketiga;
b- Komitmen ketiga dari seorang muslim adalah “Tamuutun Fil Islam” iaitu mati dalam keadaan Islam. Semoga keimanan dan ketaqwaan yang kita jalani dalam hidup ini akan menjadi modal kepada kita untuk menghadapi kematian, dan menjadi modal untuk menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat nanti”.

TAQWA ADALAH JALAN KELUAR SEMUA PERMASALAHAN

Ketaqwaan adalah suatu yang amat penting bagi petugas di dalam gerakan Islam. Justeru kita sering bertembung dengan bebagai kesukaran, mehnah, ujian dan permasalahan di dalam berhadapan dengan musuh-musuh Islam. Firman Allah di dalam Surah At-Talaq: ( 2-3):

ومن يتق الله يجعل له مخرجا . ويرزقه من حيث لا يحتسب

Maksudnya :
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” Dalam ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa orang yang merealisasikan taqwa akan dibalas Allah dengan dua hal. Pertama, “Allah akan mengadakan jalan keluar baginya.” Ertinya, Allah akan menyelamatkannya –sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu – dari setiap kesusahan dunia maupun akhirat. Kedua, “Allah akan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka.” Ertinya, Allah akan memberinya rezki yang tidak pernah ia harapkan dan angankan. Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan: “Maknanya, barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rezki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya. Alangkah agung dan besar buah taqwa itu! Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu berkata: “Sesungguhnya ayat terbesar dalam hal pemberian janji jalan keluar adalah: ”Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya”.
Ayat lainnya adalah firman Allah:
ولو أن أهل القرى آمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض , ولكن كذبوا فأخذناهم بما كانوا يكسبون
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada me-reka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka di-sebabkan perbuatan mereka sendiri”. (Al-A’raf: 96). Menurut Ibnu Abbas R.A, dalam ayat yang mulia ini Allah menjelaskan, seandainya penduduk negeri-negeri merealisasikan dua hal, yakni iman dan taqwa, nescaya Allah akan melapangkan kebaikan (kekayaan) untuk mereka dan memudahkan mereka mendapatkannya dari segala arah.
KEMENANGAN ISLAM DI TANGAN GENERASI TERBAIK

 

Sesungguhnya Islam akan menang di tangan generasi yang terbaik, yang taqwa adalah semestinya menjadi pra-syarat ke arah kemenangan yang diimpikan itu. Generasi yang terbaik adalah generasi yang memperaktikkan taqwa di dalam kehidupan mereka seharian, di dalam keluarga, organisasi dan perjuangan. Firman Allah di dalam surah al-Maidah : 35 :
يا أيها لذين آمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا فى سبيله لعلكم تفلحون
Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan carilah jalan yang boleh menyampaikan kepada-Nya (dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya) dan berjuanglah pada jalan Allah, kamu pasti akan beroleh kejayaaan.
PENUTUP
Betapa pentingnya taqwa menjadi praktikal hidup kita. Dengan berbekalkan taqwa, kita akan menjadi mulia dan kita akan dibantu di dalam perjuangan. Bahkan dengan bermodalkan taqwa, kita akan berhasil mencipta sebuah kemenangan untuk perjuangan Islam yang sedang kita gerakkan ini. Allahu Akbar!!!

Ceramah di Maktab Mahmud Pdg Terap

June 16, 2008

CERAMAH MOTIVASI UNTUK ANAK BANGSA

Alhamdulillah, baru-baru ni saya telah jemput untuk menyampaikan ceramah dalam suatu slot bersama adik-adik di Maktab Mahmud Padang Terap. Kursus yang dihadiri oleh hampir 150 orang pelajar tingkatan 4 dan 5 sekolah itu mengingatkan kembali zaman saya di bangku persekolahan. Ceramah yang saya sampaikan bertajuk kecintaan kepada Allah dan sesama manusia. apa yang saya cuba sampaikan kepada adik-adik di sana ialah betapa peri pentingnya kita mengasihi Allah dan Rasul serta betapa besar peranan dan kasih sayang kita kepada guru-guru.

Orang yang berdoa tanpa mendoakan ibubapanya maka doanya ditolak, orang yang tidak mendoakan guru-gurunya maka akan hilang sebahagian keberkatan pada ilmu.Orang yang tidak kasih serta sayang kepada guru-gurunya, Allah mengaharamkan keberkatan ilmu pada dirinya.

Kerana itu, kita melihat betapa ramai manusia yang berilmu, ada yang sampai peringkat Ph.D, namun betapa ramai pula di kalangan mereka yang tiada akhlak, tidak bersolat dan tidak menjaga hak-hak Allah ke atasnya. Hak guru ke atas anak muridnya ialah mendoakan mereka. pelajar yang tidak mendoakan guru mereka sebenarnya telah mensia-siakan hak guru mereka.

Guru sangat utama dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat. Kerana guru sumber ilmu dan gedung petunjuk dalam kehidupan. Guru mempunyai hubungan yang sangat erat dengan muridnya terutama di akhirat berbanding ke dua ibu bapa. Kerana guru yang mursyid boleh memberikan syafaat di akhirat adapun ibu bapa terkadang-kadang mendapat syafaat dari anak-anak mereka.

Justeru, saya mendoakan kepada Allah agara apa yang saya sampaikan dan kongsi bersama mereka akan memberikan kesedaran yang baik terhadap pembinaan akhlak terhadap guru-guru mereka.

VIRUS WAHABI (dari web ust zamihan)

June 16, 2008
Simpton Wahhabi 1 : Kangkang luah-luah
Simpton ke 2 : Wajibkan Jubah atas buku lali
Simpton ke 3: Wajib letak Tangan ataih dada (letak lain dikira tidak sunnah, bid’ah DLL)
Simpton ke 4 : Hanya serban Mandili sahaja, serban ‘Imamah (putar) dikira tiada hadis sahih. Dianggap bid’ah sesat, tiru singh DLL.
Ada pihak tertanya-tanya. Bagaimana caranya untuk kita mengenali individu atau jamaah yang menganut aliran fahaman Wahhabiy Ghuluw secara paling mudah?. Jawapannya ialah dengan melihat fahaman, pegangan atau amalan individu atau jamaah itu sendiri. Antara simpton Wahhabiy yang termudah dikesan ialah dengan memerhatikan cara mereka mendirikan solat.
Sewaktu hendak melakukan solat, mereka melipat seluar mereka melebihi paras buku lali. Begitu juga bagi mereka yang memakai jubah. Jubah tersebut pasti disingkatkan. Menurut mereka, jika kaki seluar atau jubah berada diparas buku lali dikira bid’ah dholalah.
Sewaktu qiyam, mereka mengangkang agak luas. Bertakbiratul ihram di paras dada dan meletakkan kedua tangan di atas dada menghampiri leher. Lihatlah kedudukan mereka sebagaimana yang disertakan pada paparan di atas. Hairannya, golongan Wahhabiy Ghuluw ini membid’ahkan sesiapa yang meletakkan kedua tangan (lps takbiratul ihram) atas perut bawah dada sebagaimana amalan dalam mazhab al-Syafi’ie kita. Sila lihat anjuran bersolat letak tgn atas dada oleh Syeikh al-Albaani dalam Sifat al-Solat Nabi m/s 88.
Dalam mazhab al-Syafi’ie, Hal ini telah diperjelaskan para ulamak al-Syafi’iyyah. Antaranya, al-Hafiz Ibn Hajr al-Asqalani mengatakan : “Ibn Khuzaimah meriwayatkan hadis dari Wail b Hujr bahawa Nabi SAW meletakkan kedua tangannya pada dadanya (‘ala sadrihi: bukan di atas dadanya). Sedang menurut riwayat al-Bazzar( ‘inda sadrihi), pada dadanya.” (Fath al-Bari m/s 224 juz 2)
Ulasan : Yang dimaksudkan di atas dada bukan secara zahirnya. Tetapi maksudnya ialah berhampiran dada. Kenyataan zahir ini boleh difahami dgn lafaz (‘inda sadrihi) pada riwayat al-Bazzar. Kata ulamak : “Menghimpunkan riwayat lebih baik jika ia memungkinkan.”
Imam al-Tirmidzi menjelaskan ketika membicarakan riwayat Wail bin Hujr, Ghatif al-Harith, Ibn Abbas, Ibn Mas’ud dan Sahl bin Saad r.a : “Hadis ini menjadi amalan para ulamak dari kalangan sahabat Nabi SAW, Tabiin dan golongan sesudah mereka. Mereka melihat seseorang melakukan solat dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri semasa (qiyam dlm solat). Sebahagian mereka meletakkan kedua tangannya di atas pusat. (mazhab al-Syafi’ie & Hambali) Manakala sebahagian yang lain meletakkan tangan mereka di bawah pusat. Dan kesemua itu (dilakukan secara) terbuka dikalangan mereka”. (mazhab Hanafi dan Maliki)
Kesimpulannya, Sunat meletakkan tangan kanan atas tangan kiri di atas pusat (melepasai pusat) di bawah dada selepas takbiratul ihram. Ia bukanlah bid’ah dholalah sebagaimana di dakwa pelampau agama. Golongan yang memaksa kita meletakkan kedua tangan di atas dada sebenarnya mengambil pemahaman hadis secara zahir. Dan pemahaman zahir ini keluar dari ketentuan mazhab Empat yang muktabar. Justeru, tidak sepatutnya mereka memaksa kita mengikuti pendapat mereka.
Ternyata, pendapat ini lebih merupakan PENDAPAT BEBAS al-Albaani yang digunapakai secara ghuluw. Sedangkan al-Albaani bukan dari kalangan mujtahid. Dan sesekali tidak berhak untuk membatalkan pandangan Mujtahid Muthlaq.
Akhirnya, ketahuilah bahawa jika tuan-puan melihat petanda seperti di atas, jelaslah bahawa individu atau jamaah tertentu sudah dijangkiti virus Wahhabiy Ghuluw. Awas, Jauhilah.

Artikel pilihan: Mahasiswa perlu ada nilai tambah

June 16, 2008

Oleh Nassrul Hakim Md Jani (berita harian 16 jun 2008 )

Tajuk: Graduan mesticari keistimewaan diri selain daripada ijazah, diplomaSETIAP pertengahan tahun kita akan melihat kebanjiran mahasiswa yang menamatkan pengajian dari pusat pengajian tinggi. Data Jabatan Perangkaan mendapati 31,000 graduan masih menganggur pada akhir suku pertama tahun ini.

Menurut maklumat Kementerian Sumber Manusia pula, Malaysia mengeluarkan 60,000 graduan setiap tahun. Dilema yang membelenggu siswazah sudah pastilah untuk mencari pekerjaan. Ramai juga merungut kerana sukar mendapat kerja.

Persaingan berlaku di kalangan siswazah menganggur. Penulis ingin menarik perhatian pembaca terutama siswazah yang baru menamatkan pengajian mengenai kesukaran mendapatkan pekerjaan ini.

 

Siswazah perlu bertanya apakah keistimewaan diri yang boleh dijadikan sandaran untuk layak mengisi sesuatu kekosongan jawatan. Kebanyakan mereka yang baru bergelar siswazah mungkin masih lagi terawang-awang dan tidak berpijak di bumi nyata.Mereka rasa bahawa apa yang mereka buat selama ini sudah terlalu bagus dan hebat. Mereka berasakan bahawa ijazah atau diploma yang mereka peroleh itu sudah terlalu besar untuk mengharungi dunia sebenar yang penuh dengan cabaran dan liku kehidupan.

Siswazah juga harus tahu bahawa institusi tempat mereka belajar bukanlah sebagai tiket untuk mereka mendahului pesaing lain bagi mendapat pekerjaan. Mereka yang keluar dari universiti tersohor negara contohnya merasakan mereka sudah cukup bagus berbanding dengan siswazah institusi kecil yang tidak terkenal.

 

Sebenarnya nama institusi pengajian tinggi yang mereka bawa hanya menyumbang sebahagian kecil saja daripada kejayaan mereka untuk mendapat pekerjaan. Sekiranya mereka tidak mempunyai keterampilan baik dan keistimewaan yang membezakan mereka daripada calon lain, mereka tetap tidak akan berjaya mendapat pekerjaan.Keistimewaan inilah yang dikatakan sebagai ‘nilai tambah’. Nilai tambah adalah keistimewaan tambahan yang dimiliki seseorang calon untuk membezakannya dengan calon lain. Keistimewaan ini penting dalam situasi apabila calon yang disenarai pendek mempunyai kelayakan akademik hampir sama.

Contohnya dalam satu temu duga, ada 10 calon mempunyai Purata Mata Gred Keseluruhan (CGPA) 3.5. Tetapi cuma satu kekosongan. Pada masa inilah keistimewaan lain dimiliki calon akan dinilai.

Kehidupan ketika di kampus bukan saja untuk mentelaah buku pelajaran semata-mata. Banyak aktiviti diadakan di kampus yang boleh digunakan sebagai tempat mencari nilai tambah atau keistimewaan sebagai bekalan untuk menempuh alam pekerjaan nanti.

 

Nilai tambah ini boleh diperoleh melalui beberapa cara, antaranya melalui kepemimpinan, keusahawanan, sukan, badan beruniform dan kemahiran atau ilmu dari segi kelangsungan hidup. Dengan menyertai persatuan atau kelab pelajar, akan dapat mengasah bakat kepemimpinan mereka.Sebenarnya ramai berpendapat bahawa menyertai dan memimpin persatuan hanyalah untuk aktiviti di kampus dan ia tidak diperlukan di alam pekerjaan. Pendapat ini silap sama sekali. Jika kita menyertai aktiviti persatuan, contohnya mengendalikan seminar, menganjurkan kursus, mengadakan majlis makan malam, ia memberi satu pengalaman yang memang akan di bawa ke alam pekerjaan.

Jika kita bekerja di syarikat swasta contohnya, mereka mungkin akan mengadakan majlis menandatangani memorandum persefahaman, majlis jamuan makan malam korporat tahunan atau hari keluarga. Kakitangan yang ada pengalaman akan diminta untuk mengendalikan semua ini.

Mereka yang sudah biasa dengan aktiviti seperti ini di kampus tidak akan berasa kekok untuk mengendalikan majlis seperti ini sewaktu di tempat kerja. Begitu juga kita menjadi pemimpin persatuan.

Mereka yang sudah biasa memimpin persatuan tidak akan menghadapi masalah untuk mengendalikan mesyuarat apabila mereka bekerja nanti dan tidak kekok untuk menguruskan pekerja bawahan kerana mereka sudah biasa menjadi presiden atau pengarah projek ketika di kampus dulu.

Kemahiran dalam kepemimpinan juga berkait rapat dengan kebolehan berkomunikasi. Mereka yang aktif dan biasa menjadi pengacara majlis ketika di kampus contohnya, akan mempunyai keyakinan untuk bercakap kerana mereka sudah biasa bercakap di khalayak ramai.

Sekarang ini banyak aktiviti bersifat keusahawanan dianjurkan di kampus. Program siswaniaga contohnya adalah program mengasah bakat keusahawanan di kalangan mahasiswa.

Menyertai program siswaniaga bukanlah bermaksud mereka mesti menjadi usahawan tetapi apa yang lebih penting, ciri seperti ketabahan, bijak mencari peluang, kreatif yang dipupuk ketika mereka menyertai program terbabit, akan berguna di alam pekerjaan mereka.

Nilai keusahawanan bukan hanya ada kepada usahawan, malah seseorang eksekutif yang mempunyai ciri usahawan akan dapat membawa organisasinya ke arah lebih baik, sesuai dengan nilai keusahawanan yang sentiasa ingin kepada perubahan dan perkembangan positif.

Selain itu, menyertai badan beruniform adalah sangat baik. Malah banyak syarikat korporat menggemari bakal pekerja mereka yang mempunyai latar belakang dalam badan beruniform. Ini kerana mereka yang biasa terbabit dengan badan beruniform sudah terdidik dengan disiplin terutama dari segi menepati masa.

Kebolehan dalam sukan sangat berharga kepada siswazah. Ini kerana banyak syarikat korporat menggunakan sukan untuk menaikkan lagi nama syarikat mereka. Contohnya TM yang mempunyai pasukan bolanya sendiri dan menyertai kejohanan bertaraf nasional di negara ini.

Aktiviti sukan juga selalunya digunakan sebagai medium sosial di dalam syarikat. Banyak syarikat, contohnya bank mengadakan perlawanan futsal antara cawangan sebagai aktiviti merapatkan hubungan antara cawangan mereka.

Cawangan yang memiliki ahli sukan berbakat ini sudah pasti boleh menaikkan nama cawangan mereka di dalam syarikat mereka sendiri. Ini menjadikan pekerja mempunyai bakat sukan sangat diminati oleh majikan.

Kemahiran kelangsungan hidup juga dapat memberi keistimewaan kepada seseorang calon temu duga. Banyak ilmu berkaitan kemahiran seperti ini boleh ditimba mahasiswa, antaranya ilmu pertolongan cemas, ilmu menyelamat, kemahiran bahasa isyarat dan banyak lagi adalah kemahiran yang boleh menarik perhatian majikan untuk mengambil seseorang siswazah bekerja di organisasi mereka.

Pengalaman penulis sebagai pensyarah, ramai di antara bekas pelajar memberi maklum balas baik terhadap aktiviti ko-kurikulum mereka ketika di kampus. Mereka memberitahu bahawa penemuduga lebih banyak bertanya kepada mengenai aktiviti kepemimpinan ketika di kampus berbanding dengan pengetahuan mengenai akademik.

Sebenarnya aktiviti kepemimpinan dan aktiviti lain selain akademik akan membentuk keyakinan diri kepada siswazah apabila mereka berada dalam sesuatu organisasi. Majikan tidak berminat kepada eksekutif yang mempunyai pengetahuan tinggi dalam bidangnya tetapi tidak mempunyai keyakinan diri kerana tidak biasa berhubung dengan orang ramai.

Dunia korporat membabitkan perhubungan dengan banyak pihak dan sudah tentulah kemahiran perhubungan manusia sangat penting. Ini hanya dapat digilap sekiranya mahasiswa bergiat aktif dalam persatuan ketika di kampus.

Bukan bermaksud mendapat CGPA yang tinggi tidak penting. Tetapi pada sesetengah keadaan, CGPA sederhana yang disertakan dengan nilai tambah adalah lebih disukai majikan berbanding CGPA tinggi tanpa nilai tambah.

Tetapi harus diingat, CGPA yang tinggi dan mempunyai nilai tambah adalah yang terbaik. Ini bermakna jika dengan kelulusan tinggi ditambah dengan keistimewaan lain yang diperoleh seseorang pelajar, akan menjadikannya lebih berdaya saing dalam usaha mendapatkan pekerjaan.

Penulis ialah Pensyarah Pengurusan Perniagaan dan Ko-ordinator Pusat Informasi Usahawan, Kolej Profesional Mara Melaka

 

Pesanan: artikel ini boleh kita bahaskan dalam group study kita. moga dapat banyak faedah. InsyaAllah.

Dengari Suara Mahasiswa…

June 15, 2008

Turun kadar caj dialu-alukan

KUALA LUMPUR 14 Jun (UTUSAN MALAYSIA)  – Dua persatuan pelajar mengalu-alukan langkah kerajaan menurunkan 50 peratus kadar caj perkhidmatan Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional (PTPTN) terhadap peminjam yang diyakini akan membantu mengurangkan beban para peminjam.

Presiden Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia, Mohd. Hilmi Ramli berkata, pihaknya menyambut baik cadangan kerajaan itu kerana ia dapat mengurangkan beban peminjam memandangkan kadar caj perkhidmatan yang sedia ada adalah tinggi.

”Sekiranya ia betul-betul dilaksanakan, bukan sahaja dapat mengurangkan beban peminjam, malah juga dapat mengatasi masalah peminjam tidak membayar balik pinjaman,” katanya ketika dihubungi Mingguan Malaysia di sini hari ini.

Beliau diminta mengulas laporan Utusan Malaysia hari ini mengenai kenyataan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin mengesahkan kerajaan membayangkan penurunan 50 peratus kadar caj perkhidmatan yang dikenakan oleh PTPTN ke atas setiap peminjam.

Mohd. Hilmi berkata, kadar caj perkhidmatan yang tinggi dilihat sebagai faktor menyebabkan peminjam tidak mampu membayar balik pinjamannya.

”Selepas penurunan sebanyak 50 peratus caj perkhidmatan ini, maka para peminjam tidak ada lagi alasan untuk tidak memulangkan pinjaman tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Yang Dipertua, Majlis Perwakilan Pelajar Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Mohd. Farid Din berkata, cadangan kerajaan tersebut adalah tepat pada masanya bagi membantu peminjam memulangkan pinjaman itu.

”Selama ini, ramai peminjam tidak mampu membayar balik pinjaman disebabkan caj perkhidmatan terlalu tinggi, terutama mereka yang tidak mempunyai kerja tetap.

”Saya percaya peminjam-peminjam pasti gembira dengan tindakan kerajaan ini,” katanya.

 

 

Caj perkhidmatan PTPTN turun 50 peratus

June 15, 2008

13/06/2008 4:41pm (UTUSAN MALAYSIA)

PUTRAJAYA 13 Jun – Kerajaan membayangkan penurunan sebanyak 50 peratus kadar caj perkhidmatan yang dikenakan oleh Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional (PTPTN) ke atas setiap peminjamnya.

Caj perkhidmatan yang dikenakan sehingga kini ialah tiga peratus dan ia bertujuan menampung kos pengurusan, pentadbiran tabung serta sebagai sumber pendapatan PTPTN untuk memberi pinjaman kepada pelajar lain pada masa depan.

Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin yang ditemui selepas majlis pelancaran Transformasi Pengajian Tinggi di sini mengesahkan bahawa kadar penurunan itu `amat menyenangkan.’

“Kajian semula terhadap caj perkhidmatan yang dikenakan oleh PTPTN itu kini dalam peringkat akhir.

“Saya akan cuba membentangkannya pada mesyuarat Kabinet minggu depan sebelum mengumumkan secara rasmi,” katanya.

Kajian semula terhadap caj perkhidmatan PTPTN itu telah dimulakan sejak April lalu bagi memberikan keselesaan kepada peminjamnya.

Isu caj perkhidmatan PTPTN mula diperkatakan orang ramai dan persatuan-persatuan pelajar sejak setahun lalu.

Sebahagian besar peminjam mendakwa kadar caj tersebut terlalu tinggi dan membebankan mereka.

Bilangan peminjam PTPTN di seluruh negara berjumlah 1.2 juta manakala dana yang terkumpul pada masa ini ialah RM23 bilion.

TINDAKAN YANG TEPAT !!!!

Kerajaan telah melakukan suatu tindakan yang bijak bagi saya. Menurunkan caj perkhidmatan bagi para peminjam PTPTN di saat-saat meningkatnya harga minyak seluruh dunia. Tindakan mengurangkan hampir separuh caj perkhidmatan iaitu sebanyak 50% adalah suatu tindakan yang patut dipuji.

Namun, apa yang mahasiswa tetap tidak akan lupa atau dilupakan ialah isu adakah ianya RIBA atau tidak tak mungkin dilupakan. Kajian dan perbincangan perlu terus dijalankan dan diteliti oleh Majlis Fatwa Kebangsaan. Jangan pula apabila dikurangkan 50% caj perkhidmatan tersebut, mahasiswa menjadi ‘kelabu mata’ dan lupa isu yang kita semua perjuangkan.

Rakan-rakan saya di dalam Majlis Perundingan Pelajar Kebangsaan (MPPK) seperti YDP MPM UM, Afandy, Sabrie (UPM) Syukri (USM) dan beberapa rakan lain diharapkan akan terus optimis dengan pandangan serta pendirian kita bersama.

Walau bagaimanapun,saya mewakili Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) USIM sangat berterima kasih di atas tindakan kerajaan tersebut. Meskipun saya bukanlah peminjam PTPTN ketika ini, namun tindakan tersebut sangat meringankan rakan-rakan serta junior kami di universiti. F.

Kesan harga minyak naik….

June 10, 2008

Gerakan: Mengapa tidak 50 peratus
Jun 10, 08 4:27pm
Mengapa hanya 10 peratus dan bukannya 50 peratus elaun keraian jemaah menteri dipotong sebagai langkah berjimat cermat kerajaan, tanya Ketua Pemuda Gerakan, Datuk Mah Siew Keong.mah siew keongWalaupun mengalu-alukan langkah kerajaan itu bagi menjimatkan kira-kira RM2 bilion daripada kos operasinya, beliau berkata, langkah memotong hanya 10 peratus elaun keraian jemaah menteri adalah tidak mencukupi.”Pemotongan 50 peratus adalah lebih efisien dan boleh menghantar isyarat yang jelas kepada jabatan kerajaan untuk berbelanja secara berhemah.”Sekarang adalah masa yang sukar yang memerlukan langkah-
langkah drastik diambil,” katanya dalam satu kenyataan hari ini.

Semalam, Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi berkata, kerajaan menganggar menjimat tambahan RM2 bilion menerusi pengurangan perbelanjaan awam, termasuk pemotongan 10 peratus elaun keraian jemaah menteri.

Katanya, langkah mengurang perbelanjaan itu menunjukkan
bahawa kerajaan turut mengubah gaya perbelanjaannya untuk
bersama-sama rakyat, berdepan dengan masa yang mencabar ini
ekoran kenaikan harga minyak.

“Rakyat menghadapi kesan negatif dan langkah yang diambil oleh
kerajaan itu menunjukkan kepimpinan melalui teladan,” kata Mah
lagi.

Tingkat ketelusan
Katanya, semua kementerian dan jabatan kerajaan perlu mempunyai sasaran untuk mengurangkan kos sebanyak 10 peratus pada akhir tahun in.
Di samping itu, katanya, semua majlis kerajaan di hotel bertaraf lima bintang hendaklah dikurangkan dan kalau boleh dihentikan sama sekali.

“Wang yang dijimatkan itu hendaklah disalurkan untuk membantu golongan berpendapatan rendah.

“Rakyat mahu tahu ke mana wang yang dijimatkan itu dibelanjakan.

“Oleh itu, kerajaan mesti mengumumkan butiran mengenainya secepat mungkin dan ia adalah sebahagian daripada proses meningkatkan ketelusan.

SAHABAT MAHASISWA SEKALAIN,

Kalau kita perhatikan, sesungguhnya dengan peristiwa meningkatnya kadar harga minyak telah membawa beberapa hikmah selain ratusan musibah. Rahmatnya ialah; masyarakat mula menjadi lebih ‘cerdik’ dalam mengkaji perbelanjaan kerajaan. Bukannya kita nak kata kerajaan yang ada tak cekap dalam urusan kewangan negara, tapi apabila dilihat dan dinilai kembali, hampir-hampir nampak begitulah. Iaitu dalam erti kata lain, dilihat agak boros dan membazir. Contohnya projek2 yang begitu banyak tak ‘menjadi’ dan gila2 contohnya di Kedah, Projek Tanam padi atas bumbung n Marina Harbour di Kuala Kedah. Tak kurang juga bila kita saksikan sambutan hari kemerdekaan atau sambutan2 yang lain yang diboroskan dengan seborosnya. Tapi bila dah diumumkan nak potong elaun tu kira ok la jugak. No comment. Bagi saya, pemimpin tunjuk contoh dulu.. nak ubah gaya hidup ka, nak ubah gaya rambut ka apa ka, they should start first and show to the people. 

Sahabat sekalian,

Keduanya, kita melihat keadaan ini menyebabkan masyarakat mula mengkaji dan meneliti perjalanan dan gaya fikir para pemimpin negara. apa yang mereka buat, apa yang mereka beli, apa yang diorang belanja dan sebagainya. Ini kalau kita lihat, inilah tarbiyyah (didikan) Allah kepada kita semua. kita juga perlu insaf, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh ke…..? tanah jua. sepandai-pandai manusia menipu, hipokrit, korupsi dan lain-lain, akhirnya jatuh ke… lubang kubur!!! (siapa yang di’paku’ ni???)

Ketiganya, keadaan ini menyebabkan kita bersama-sama bermuhasabah dengan apa yang kita lakukan. Baik samada yang tersembunyi mahupun yang nyata. Contohnya, dari sudut gaya hidup kita (student) yang kadang-kadang bermewah-mewahan dengan duit PINJAMan PTPTN tu, seolah-olah kita lupa daratan bahawa kita ni student… Mungkin juga kita boleh bermuhasabah bahawa kita perlu mula belajar mendahuluikan keperluan dalam kehidupan. (belajarla fiqh aulawiyat). Kadang-kadang tu ada yang jumlah top up mereka lebih banyak dari jumlah RM yang digunakan untuk beli buku dan rujukan ilmiah. Kasihan, kalaulah mereka sedar bahwa itu dinamakan ‘korupsi’, pasti mereka akan tebal muka dan ‘berwajah merah’.

Seterusnya, di saat ini, kita akan melihat para penderhaka Tuhan akan mula menunjukkan belangnya. Khasnya, para peniaga yang menaikkan harga tapi mengurangkan timbangan (surah ke 83/ayat1-17). macam-macam lagi la kesannya. Namun, sahabat sekalian, dalam keadaan ini kita harus kembali berfikir serta menghidupkan minda jua pemikiran kita agar kita kan beroleh keSEJAHTERAan di masa hadapan. Segalanya di tangan kita, kesenangan dan kesusahan hidup boleh kita caturkan namun Allah lebih berhak menentukan keputusannya. Slogan “berusaha untuk hidup” perlu difikirkan bersama.

Think positive!!!